“Habiskan makanannya, di luar sana masih banyak yang kelaparan”. Familiar dengan nasihat seperti ini? Betul, dari kecil kita sudah diajarkan untuk menghabiskan makanan yang ada di piring. Walaupun demikian, berdasarkan penelitian Economist Intelligence Unit tahun 2016, Indonesia adalah penghasil sampah makanan tertinggi ke-2 di dunia. Satu orang Indonesia menghasilkan rata-rata 300 kg sampah per tahun! Tapi dalam ekonomi sirkular, sampah makanan bukan satu-satunya masalah. Simak materinya sampai selesai, dijamin setelah ini kamu enggak kepingin lagi membuang makanan.
Yuk simak materi berikut ini!
Sebelum kamu mempelajari lebih lanjut, mari berkenalan dengan istilah Food loss dan food waste. Food loss terjadi sebelum bahan pangan diolah dan belum sempat kita konsumsi. Misalnya, buah atau sayur yang rusak karena gagal panen, atau rusak saat distribusi ke pasar dan swalayan.
Sedangkan food waste terjadi di tangan konsumen. Contohnya, makanan sisa yang tidak dihabiskan, atau makanan yang rusak akibat penyimpanan yang salah.
Menurut FAO (Food and Agriculture Organization) 1.3 miliar ton makanan yang dibuang setiap tahunnya! Padahal, jumlah sebanyak itu dapat memberi makan 3 miliar orang.
Membuang makanan, berarti menyia-nyiakan sumber daya alam yang digunakan untuk memproduksinya. Seperti membuang satu kilogram daging sapi, setara dengan membuang 50.000 liter air yang digunakan untuk memproduksi daging tersebut.
Selain itu gas metana yang dihasilkan sampah organik di TPA memberikan dampak 25x lebih kuat dari polusi karbon knalpot kendaraan kita. Jika saja 1/4 makanan yang terbuang di dunia ini bisa diselamatkan, maka akan cukup untuk memberi makan 870 juta orang yang kelaparan. Oleh karena itu, kita perlu meminimalisir dampak tersebut.
Statistik menunjukkan bahwa Cina membuang 50 juta ton biji-bijian setiap tahun, atau 1/10 dari total biji-bijian negara itu. Diperkirakan juga bahwa setiap tahun, makanan yang terbuang sia-sia di Cina, bisa memberi makan 200 juta penduduknya.
Sementara di India, menurut Food Corporation of India, sekitar 23 juta ton sereal makanan, 12 juta ton buah-buahan, dan 21 juta ton sayuran hilang setiap tahun, dengan total nilai perkiraan 240 miliar Rupee. Perkiraan terbaru oleh Kementerian Pengolahan Makanan adalah bahwa produk pertanian senilai 580 miliar Rupee terbuang di India setiap tahun.
Berdasarkan hasil riset Waste4Change dan data dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta, komposisi sampah makanan di Jakarta per hari adalah sekitar 54% setiap harinya. Dari angka tersebut 43,5% yang dibuang adalah nasi dan sekitar 34,8% adalah sayur dan buah-buahan.
Pertanyaan 1
CH4 adalah sebutan lain dari gas metana, gas metana ini menghasilkan 21 kali dampak yang lebih besar terhadap perubahan iklim dibandingkan dengan CO2 atau gas karbondioksida
Pertanyaan 2