Tren industri fesyen sedang mengarah ke konsep fast fashion, yakni produksi pakaian siap pakai dengan harga terjangkau. Tren ini seiring dengan cepatnya perubahan gaya hidup konsumen. Namun ada masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan yang muncul seiring tumbuhnya industri ini. Kenapa?
Yuk simak materi berikut ini!
Terbayang, kan, bagaimana industri pakaian bergantung pada ketersediaan bahan mentah? Apalagi, sekarang dikenal konsep fast fashion, dimana produsen pakaian berlomba untuk menghadirkan tren terkini dalam jumlah massal dan dalam tempo yang cepat.
Circular fashion system adalah sebuah sistem produksi busana yang berkonsep sustainable, alias berkelanjutan. Para merek yang terlibat wajib untuk menggunakan bahan dan proses yang ramah lingkungan. Dalam model ini, pakaian itu dipakai, diperbaiki, dipakai kembali, mungkin didaur ulang dan digunakan dalam waktu yang maksimal. Jika mereka tidak dapat digunakan lagi, mereka dapat didaur ulang atau bahkan terurai dengan lebih baik.
Pertanyaan 1
Dalam setiap pembuatan kaos katun bisa menghabiskan sekitar 2.700 liter air, yang mana angka tersebut bisa memenuhi kebutuhan air satu orang selama 2,5 tahun. Ditambah lagi, industri mode menyumbang 20% dari limbah air dunia yang dapat berdampak pada ketersediaan air bersih.
Pertanyaan 2
Industri pakaian adalah salah satu industri yang paling banyak menyebabkan kerusakan alam, dan menimbulkan 92 juta ton sampah solid di TPA. Selain itu, secara global, 20% limbah air dunia dan 10% total emisi karbon juga disebabkan oleh industri ini.